Banham adalah sebuah tradisi Korea memasukkan beras ke mulut jenazah. Tata cara pemakaman ini biasanya dengan memasukkan beras, manik-manik, atau koin ke dalam mulut orang yang meninggal.

Ada catatan kuno tentang adat penguburan yang memasukkan beras ketan, emas, batu giok, atau benda berharga lainnya ke dalam mulut orang yang meninggal sebelum jenazah dimasukkan ke dalam peti mati; hari ini, bagaimanapun, rendaman nasi digunakan sebagai gantinya. Kepala pelayat memasukkan tiga sendok rendaman nasi ke dalam mulut almarhum dengan sendok dedalu, setelah jenazah dimandikan dan diselimuti.

Nasi pertama kali disendok ke sisi kanan mulut, lalu kiri, dan terakhir di tengah. Saat memberikan sendok pertama, kepala pelayat berkata, “Ini seratus kantong beras untukmu.” Kemudian, “Ini seribu karung beras,” dan terakhir, “Ini sepuluh ribu karung beras.” Prosesnya kemudian dilanjutkan dengan menempatkan koin, ornamen giok, atau permata berharga lainnya di dalam mulut. Demikian pula, kepala pelayat mengucapkan, “Ini seratus koin,” “Ini seribu koin,” dan “Ini sepuluh ribu koin.”

Beras, koin, dan ornamen giok yang digunakan untuk adat banham dianggap sebagai makanan atau uang yang dibutuhkan oleh almarhum selama atau setelah perjalanannya ke dunia bawah. Kebiasaan ini juga diketahui terkait dengan keinginan keturunan agar almarhum mendapatkan kekayaan di dunia selanjutnya. Penggunaan sendok dedalu berasal dari tradisi rakyat Korea dalam mengambil hewan dan tumbuhan yang berkembang biak secara produktif sebagai simbol kesuburan. Dedalu, misalnya, dikagumi karena kemampuan reproduksinya yang luar biasa saat berkembang biak di tepi sungai dan bertunas di awal musim semi. Oleh karena itu, sendok dedalu yang digunakan untuk tradisi memasukkan beras ke mulut jenazah ini mewakili keinginan yang sungguh-sungguh bagi almarhum untuk menjalani kehidupan yang baik di dunia selanjutnya.

Bagaimana pendapat kamu tentang budaya korea ini? tinggalkan komentar di bawah ya!

Sumber : (1)