Review It’s Okay To Not Be Okay

0
22
Review Drama Its Okay To Not Be Okay

Annyeonghaseyo chingudeul!

Drama It’s Okay To Not Be Okay (Psycho But It’s Okay) menceritakan mengenai kisah penulis dongeng terkenal yang memiliki Antisocial Personality Disorder (APD) dengan seorang perawat (Moon Kang Tae) di Rumah Sakit Jiwa. Ko Moon Young terkenal sebagai seorang penulis dongeng yang arrogant, kasar, egois dan sering menimbulkan masalah. Dia bertemu dengan Moon Kang Tae yang bekerja di rumah sakit dan harus sering pindah-pindah karena kakaknya yang memiliki trauma terhadap kupu-kupu. Moon Kang Tae merupakan sosok yang selalu menahan diri yang selfless. Dia memiliki seorang kakak bernama Moon Sang Tae yang mengidap Autism Spectrum Disorder (ASD). Sang Tae merupakan seorang Fans dari Ko Moon Young. Pertemuan tidak sengaja mereka ini yang akhirnya mengungkap banyak rahasia kelam antara kisah masa lalu dan rasa sakitnya.

Drama Bertema Mental Illness

Drama It’s Okay To Not Be Okay mengangkat tema yang akhir-akhir ini banyak diangkat, yaitu mental illness. Dramanya dibuka dengan seorang anak kecil yang mengidap PTSD, pada pasien ini kita diajak untuk kenalan dengan banyak kasus Mental Illness. Anak ini harus dirawat di rumah sakit karena trauma diajak bunuh diri oleh sang ayah.

Image

Kwak Dong yeon menjadi cameo dan berperan sebagai kwon Gi Do pasien bugil di OK hospital. Setelah dibawa jalan bersama Moon Young, Gi Do cerita di depan umum bahwa dia merupakan seorang anak terbodoh di keluarganya. Ia seringkali dipukul jika nilainya buruk dan tak pandai belajar, dikurung ketika bermasalah bahkan seringkali tidak dianggap di keluarga. Akhirnya dia tumbuh menjadi anak yang ingin mendapatkan perhatian dengan melakukan hal gila, hingga akhirnya gila beneran.

Image

Drama ini juga ngasih pelajaran berharga kepada penonton ketika banyaknya stigma negatif yang diberikan kepada orang gangguan mental. Tapi menggambarkan kenyataan yang menyiksa sehingga orang yang sudah tertekan makin ditambah tertekan karena society. Seperti halnya saran-saran yang menyuruh mereka untuk lebih mendekatkan diri ke tuhan,dipaksa cerita/dikatain kurang bersyukur. Padahal mungkin aja mereka hanya kelelahan karena sering dipaksa berlari kan? So yang dibutuhkan hanya menepi sambil dikasih semangat,dimengerti sambil dipukpukin. Bukankah paling nyaman ketika kita didengarkan orang dengan penuh empati?

Image

uniknya drama ini promosiin drama dalam drama. seperti saat Kangtae mendorong motor temannya, ada papan iklan “It’s Okay to Not Be Okay”

Image

Padat Moral Value

Drama ini menggambarkan mental illness tapi dengan cara yang membuat orang awam jadi lebih terbuka pikirannya? Drama ini menyampaikan banyak pesan, mengangkat banyak kisah yang sering dianggap tabu, aneh, lebay dan biasa aja tentang pengidap gangguan mental. Dramanya yang bikin penonton validasi ulang pikirannya bahwa Antisocial Personality Disorder (APD) bukan psikopat, gangguan manik bukan orang aneh, autisme bukan orang gila dan PTSD bukan lebay, dan tentunya depresi bukan orang kurang iman.

Di beberapa scene bahkan banyak kalimat positif seperti “hari yang melelahkan ya? Semangat!” Atau “tersenyum membuatmu bahagia”. Sesuai dengan judulnya “gapapa ko merasa gak baik baik aja”. Karena sesungguhnya dunia emang tidak pernah seselow itu kepada kita. Masalah silih berganti, overthinking terus menjadi, kita seringkali dibuat terseok karena letih berjalan. Sering merasa tersesat, sering terjatuh berkali kali dalam pusaran gagal, dipukul kenyataan dan kesulitan bangkit, dikritik orang lain, bahkan dikutuk hingga dicaci maki diri sendiri. Kita cuma dikasih 2 pilihan, menghadapi semua masalah yang ada atau menyerah? Tapi menyerah bukan solusi jadi gapapa ko merasa gak baik-baik aja. Menepi dulu yuk

“Aku ingin rasa sakit & kenangan burukku menghilang. Memang si kenangan buruk menghilang tp kenapa aku tidak bahagia?” Jd bahagia itu bukan karena kenangan buruk di masa lalu yg menghilang, bukan karena rasa sakit menghilang, bukan karena gada pikiran negatif lagi. Tp proses berdamai sama keadaan, karena kenangan buruk itu bisa membuat kita bertumbuh

“Orang yang tumbuh bersama kenangan itu akan menjadi lebih kuat, bersemangat, dan mudah menyesuaikan diri, orang seperti itu yang bisa mendapatkan kebahagiaan”

Image

Karena Dunia Tidak Pernah Seselow itu

Drama ini juga ngasih banyak sudut pandang, terutama peran orang tua dalam menjalankan parenting yang salah menyebabkan anak terluka dan membekas sampai dewasa. Aku justru melihat bahwa menjadi ortu itu harus mengesampingkan ego,harus bisa komunikasi 2 arah,harus bisa gak terbawa emosi ke anak. Intinya sih jangan melampiaskan emosi ke anak. Jangan karena kita yang punya masalah & luka justru ngasih masalah & luka baru ke orang lain terutama anak.

Tapi semua luka yang tumbuh dan masih ada hingga dewasa ini karena si anakkhawatir untuk menghadapi kenyataan dan masa lalunya. Seperti yang ada dalam drama ini “jika tidak dihadapi,kau hanya selalu menjadi anak kecil dengan jiwa yang tak bertumbuh”. Sosok jiwa anak itu akan terus terperangkap dalam kita yang sudah dewasa.

Setelah nonton drama ini aku menyadari bahwa dunia tidak prnh seselow itu dengan kita. pilihan kita hanya menghadapi semua masalah yang ada. Meski ada pilihan Fight dan Flight, hadapi atau kabur. Tapi hal yang bijak adalah untuk menghadapi bukan? Tapi seandainya kita merasa tersesat, jatoh berkali-kali,dipukul berkali-kali agar ga bangkit, dikutuk hingga dicaci maki sama diri sendiri. Gapapa kok jadi menepi dulu yuk

Image

Moon young secara social tidak diajari orang tuanya sehingga membentuk karakter dia di saat remaja untuk menginginkan sesuatu harus selalu dipenuhi. Kang tae maupun moon yeong sama-sama butuh kehangatan dan kasih sayang ya. Mungkin karena semasa kecil mereka hanya dikasih list kewajiban sama sang ibu “harus jagain kaka, tinggal dirumah, jgn banyak gaul sama org” akhirnya tinggallah sepi.

Image

Kisah Kakak Adikย 

Scene Kang Tae-Sang Tae dari ep 1 itu bikin gue tiba2 netesin air mata terus deh. Sedih banget. kayak meskipun Kang Tae ini adik tapi dia justru yg jadi tempat bergantung Sang Tae karena kondisinya. Tp ternyata Sang Tae punya impian buat mereka, jauh di dalam lubuk hati Sangtae dia gamau selalu bergantung ke adiknya, membuat adiknya selalu berkorban karena dia yang selalu ketakutan karena traumanya.

Image

Akting Kang Tae kecil ini the best bgt sih gila. Bikin hati ikut nyeri. Dia dikasih tanggung jawab yg besar+merasa kasih sayang ibunya timpang jelas bikin Kang tae sakit hati. Makanya kangtae merasa ko hidup dia harus jadi milik Sangtae padahal dia yg berhak atas hidupnya. Ucapan Kangtae tentang “aku berharap sangtae mati” itu sebenernya ga bener2 dari hati. Itu hanya bentuk ucapan kecewa seorang anak yang merasa kasih sayang ibunya timpang. Padahal kangtae sayang&peduli sama kakanya. Itulah kenapa Kangtae yang awalnya mau ninggalin kakanya yang tenggelam malah balik lagi nyelametin kakanya dengan mengorbankan diri. Tapi justru kecewa yang dia dapat karna kakanya ga balik nyelametin. Alasannya? Bkn krna ga peduli,tp mungkin kurang responsif akibat ASDnya ya. Tapi sayangnya otak kita kadang menyimpan memori keliru karena rasa sakit yang kita rasakan, sehingga gak selalu benar pikiran kita itu. Lalu tokoh moon yeong ini karena kurang bersosialisasi plus karena doktrin pola pikir ibunya yg menganggap moon yeong ini layaknya treasure. Jadinya cara pandang dia terhadap dunia luar jg beda, minim empati.

Selain ceritanya makin padat,kita dikasih tau bahwa setiap orang punya luka,punya keinginan yg terkadang dia kesampingkan demi orang yg dia sayang. Lukanya ditutup rapat sampai gada yg bisa liat dia terluka termasuk dirinya sendiri. Mungkin untuk pertama kalinya moon yeong merasa kehangatan ya makanya dia bingung kenapa pada bersih-bersih dan masak. Pada akhirnya kita makhluk sosial gabisa sendirian emang. Fakta yang gak bisa dipungkiri

Character development favoritku adalah sangtae mulai dari perlakuannya kepada pasien PTSD, membuka hati untuk Moon yeong & menjadikan Moon yeong keluarga, gak cuma melabelkan diri sebagai kaka tapi beneran ubah perilakunya sbg real brother, dia bahkan melawan rasa takutnya belajar gambar kupu2 & membaca ekspresi orang lain. Padahal dari awal penonton dikasih liat Sangtae dengan keterbatasannya sebagai pengidap Autism Spectrum Disorder. Tapi akhirnya Sangtae membuktikan dia bisa melindungi adiknya ๐Ÿ˜ญ

Banyak Sudut Pandang

Penonton dikasih gambaran rasa bahagia pengidap autisme as simple as dunia terlihat berwarna dan burung pun bernyanyi. Meskipun karakter Moon yeong terlihat kejam, gak punya perasaan dan pikirannya liar tentang moral value sebuah dongeng. Tapi ternyata kalau dipikir-pikir dongeng emang hadir dengan gambaran fantasi yang indah sampai terasa ga nyata. Makanya moon yeong pikir dongeng itu paradoks kekejaman & brutalnya dunia dalam bentuk fantasi

Lalu dramanya ngasih perspektif baru tentang kita seringkali cenderung mengabaikan sesuatu yang terlihat kuat. Kutipan favoritku adalah milik Harper Lee ” kamu tidak akan pernah bisa memahami seseorang sampai kamu lihat dari sudut pandangnya dan berjalan di dalamnya”. Kita manusia hobi judging emang. Setiap karakter digambarkan sedang berdamai dengan masa lalu dan traumanya. Tokoh Moon yeong bahkan mengingatkanku dengan Anger iceberg. Emosi lain dibalik amarah, mungkin rasa sakit, kecewa, penolakan, hampa dsb ๐Ÿ˜ฅ

Suka deh sama penggambaran RSJ pengidap gangguan mental yang penuh stigma. Ternyata dari dulu kita cuma dikasih tau RSJ itu menakutkan isinya orang2 gila, tapi drama ini membuktikan sebaliknya. Dramanya mungkin bisa bikin kalian jadi kepo dan searching tentang mental illness. Tapi gaes label gangguan mental itu gabisa sembarangan ya. Jangan karena sedih terus lalu menyimpulkan depresi, mandi berkali2 dan cek barang berkali2 menganggap diri OCD, gak suka tempat rame & berteman menanggap diri APD dst. Diagnosis itu hanya bisa dikeluarkan oleh profesional ya. Pasti ada juga yg gak setuju atau mungkin berpikir mental illness itu gada. Ya gapapa hak mereka ga setuju, inget stoisisme mengajarkan bahwa ada banyak hal yg gak bisa kita kontrol salah satunya pemikiran orang itu.

 

Image

 

Image

Nah loh kan si perawatnya aja ada yg masih terikat stigma gini. Apalagi masyarakat awam yah

Image

Image

Image

Moral Value Dongengย 

Dongeng “The boy who fed on nightmares” juga dalem bgt artinya. Seseorang yg ingin membuang semua kenangan buruk nan menyakitkan tapi justru ketika kenangan buruk menghilang dia tetap tidak bahagia. Ternyata orang yang bisa bertumbuh bersama kenangan baik maupun buruk akan lebih kuat dan bahagia. Katanya “kita ga punya pilihan selain melaluinya. Kita butuh ketidaknyamanan buat bertumbuh”

Dongeng Zombie Kid dalam dramaย #itsokaytobenotokayย juga ngasih perspektif baru tentang bentuk cinta orang tua kepada anak. Seorang ibu yang rela ngasih anaknya tangan kaki dan tubuhnya untuk dimakan padahal yang dibutuhkan anaknya cuma kasih sayang. Merembes air mata pas scene ini ๐Ÿ˜ญ. Ternyata semua yang diberikan orang tua belum tentu juga itu yang dibutuhkan si anak. Sebuah analogi yang pas dan sangat mendalam tentang prioritas kebutuhan anak tapi tanpa sadar mengabaikan hal yang sebenernya dibutuhkan anak, yup hubungan emosional
.
Bahkan kalimat “itu sebabnya ibu melahirkanmu untuk merawat kakakmu” di part Kang Tae yang kehujanan dan ibunya hanya fokus sama kakanya atau kalimat “anak terlahir karena dibutuhkan orang tua apakah orang tua membutuhkan anak tidak berguna?” Pada part speech pasien gangguan manik yang bilang dia dipukul karena nilainya jelek, dikurung dan diabaikan akhirnya pura-pura gila demi cari perhatian dan akibatnya jadi pengidap gangguan manik

Tugas Manusia Yaitu Bertumbuh

Drama #ItsOkayNotTobeOkay Akhirnya beneran jadi Healing drama. Dramanya gak cuma mau ngasih informasi tentang berbagai mental illness kepada orang yg gak ngalamin/ kurang mengedukasi dirinya tentang mental health tapi kasih sudut pandang yang lebih luas. Contohnya Sunhee sebagai pasien DID kisahnya nyakitin bgt. Mungkin dia tumbuh dewasa tapi ternyata dia membawa luka masa lalunya ketika disiksa dengan orang tua sampai dewasa. Akhirnya membentuk alter baru. Kadang kita melegalkan kekerasan fisik dan verbal padahal gatau lukanya akan bersemayam berapa lama di hati si anak.ย #ItsOkayNotTobeOkay juga menyindir bahwa child abuse = kebiasaan society

Drama ini juga punya pesan bahwa mungkin pikiran kita seringkali keliru & kita jangan terlalu mempercayai pikiran sendiri, tapi luka itu sendiri valid. Trus bahas mengenai sifat manusia yang emang punya sisi baik& buruk karena dunia gak cuma hitam putih. Pilihannya ada di kita, mau terima atau engga? Pada akhirnya emang kita harus jujur dg diri sendiri bahwa sedang tidak baik2 saja dan gapapa kok,menjadi lemah bukan hal yang memalukan, butuh tempat bersandar itu wajar.

Because World always make u down in many ways. Tapi proses sembuhnya ya akui, terima, relakan, maafkan dan berdamai. Rasa takut itu harus dihadapi. Emosi itu harus disadari biar objektif, rasa sakit harus dilalui. Karena tugas manusia cuma 1 yaitu bertumbuhย #ItsOkayToNotBeOkay

Rate 9.5/10