Yess! Akhirnya selesai juga membanjiri kasur dengan air mata selama kira-kira 16 jam.. Jadi Drama Mother alias Call Me Mother yang baru selesai di tayangkan di TvN ini genrenya melodrama, dan jangan lupa siapkan tisu yang banyak dan hati karena akan sangat nyesek parah ketika nonton drama ini. Drama ini bertemakan child abuse alias kekerasan pada anak, dan berkutat dengan cerita antara ibu dan anak. Lebih tepatnya menggambarkan arti sesungguhnya peran dari seorang ibu. Padahal gue sendiri masih single dan belum pernah merasakan menjadi seorang ibu, tapi drama ini bisa dibilang drama luar biasa yang bisa mengguncang perasaan penonton. Sebenernya drama ini merupakan remake dari drama Jepang dengan judul yang sama yang ditayangkan di NTV. Bahkan ternyata drama ini berhasil masuk nominasi Cannes International Series Festival dari 130 kandidat loh, dan festival ini diselenggarakan MIPTV (Marché International des Programmes de Télévision) *silakan googling kalau penasaran*
 
1. Plot

Drama Mother/Call Me Mother bercerita tentang seorang guru (Kang Soo Jin) yang menculik muridnya (Kim Hye Na), yang mengalami kekerasan oleh orang tua kandungnya. Karena merasa tidak tega meninggalkan muridnya tersiksa dan mengingatkan dia dengan masa lalunya yang juga mengalami kekerasan, akhirnya Ia membuat rencana untuk melarikan diri membawa muridnya dan berperan sebagai ibu angkat. Suatu ketika, Soo Jin pergi ke rumah sang murid saat malam hari yang dingin, dan menemukan muridnya ada di dalam kantong plastik sampah yang diikat dan ditaruh di luar. Bahkan hari-hari sebelumnya, Hye Na selalu terlihat kotor layaknya anak tak terurus dan mengalami memar di sekujur tubuhnya. Salah satu guru disekolahnya pun sudah melaporkan adanya kecurigaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandung hye na yang seorang single parent kepada Komnas Perlindungan Anak dan Polisi, tapi karena rasa sayangnya Hye Na kepada ibunya yang membuatnya tidak bisa berkata jujur, membuat kasus tersebut tidak terselesaikan. Karena rasa takut membayangkan suatu hari tindakan kekerasan pada Hye Na ini berujung kematian, Soo Jin melakukan tindakan illegal dengan menyuruh Hye Na pura-pura mati terjun ke laut dan melarikan diri. Tindakan inilah yang membuatnya akhirnya harus dikejar polisi karena mencoba melarikan diri ke luar negeri dan menimbulkan perasaan sedih nan nyesek ketika scene Soo Jin dan Hye Na.

2. Karakter
Lee Bo Young sebagai Kang Soo Jin/Nam Soo Jin
Untuk ukuran aktris ternama yang udah membintangi banyak film dan drama, istri Ji Sung ini aktingnya bukan main, gak heran kenapa tahun 2017 lalu Lee Bo Young meraih award best actress dari drama whisper. Lee Bo Young yang berperan sebagai Kang Soo Jin, wanita lajang  yang berusia kepala tiga yang berambisi menghabiskan waktu seorang diri, yang tiba-tiba harus menjadi seorang ibu. Akting Lee Bo young sebagai seorang ibu gak bener-bener luar biasa bagus.Mungkin Bo Young bisa mendalami perannya karena saat ini udah jadi ibu yaa *colek Ji Sung Ahjussi
Kang Soo Jin ini digambarkan sebagai seorang yang keras kepala, berpendirian, harga dirinya tinggi, mandiri, dingin, dan gak terbuka sama orang lain.  Kepribadiannya yang tertutup ini akibat masa lalunya yang kelam, Ia ditinggalkan oleh ibu kandungnya di depan Panti Asuhan dengan terikat di sebuah pohon. Tapi sebagai seorang anak yang ditelantarkan oleh ibu kandungnya, Soo Jin dilimpahi kasih sayang yang sangat besar oleh ibu angkatnya yang seorang artis Korea (Young Shin). Karena traumanya ditelantarkan oleh ibu kandungnya, dan pernah mengalami kekerasan fisik dan mental oleh pria yang tinggal serumah dengan ibunya, membuatnya iba dan mengambil tindakan penculikan kepada muridnya, Hye Na. Padahal Ia tidak berniat sama sekali untuk memulai kehidupan asmara ataupun memiliki anak, karena ketakutan tidak bisa menjadi seorang ibu.  Dengan rasa takutnya yang besar akan tindakan kekerasan yang bisa berujung kematian pada Hye Na, Ia melakukan penculikan dan berperan sebagai seorang ibu untuk Hye Na. Ia rela merelakan mimpinya sebagai seorang peneliti burung di Islandia demi melarikan diri dan menyelamatkan Hye dari jeratan kekerasan fisik dan mental yang dilakukan keluarga kandungnya. 
 
“jujur saya sebelum melihat Hye Na dibuang di kantong sampah atau sebelum saya melihatnya, saya melihatnya berkeliaran di jalanan larut malam dengan pakaian lusuh. Bahkan sebelum saya melihat Hye Na menyembunyikan kakinya yang memar dan berbohong soal bagaimana dia menyayangi ibunya, saya sudah berniat ingin membawa Hye Na dan melarikan diri sebelum semua itu. itu karena dulu saya pernah menjadi Hye Na, Pria yang tinggal bersama ibu saya memukul saya dan mencekik saya dan ibu saya membunuh pria itu. Lalu meraih tangan saya saat berumur 6 tahun untuk melarikan diri. Dan karena itu saya sangat tahu bagaimana perasaan Hye Na. Tapi tak saya sangka rasanya sesakit ini. sebelum saya menyadarinya, saya telah menjadi seorang ibu dan Hye telah menjadi anak saya. Tak saya sangka harus meninggalkan Hye Na dan melakukan hal yang paling saya benci dari apapun yaitu berpisah dari anak sendiri. Rasanya sangat menyakitkan. Anda bertanya kenapa saya tidak meminta bantuan polisi atau orang lain? mungkin itu yang harus saya lakukan tapi Hye Na saat itu harus segera dilindungi dan saya tidak ingin Hye Na harus menjelaskan apa yang terjadi padanya pada orang asing berulang-ulang.  Dan saya tidak ingin melepaskan tangan Hye Na dan menyuruh dia masuk mobil polisi untuk dibawa ke tempat asing. saya ingin memeluk anak itu secepat dan selama mungkin” – Kang Soo Jin
 
Heo Yool sebagai Kim Hye Na/Kim Yoon Bok
Hae Yool sangat memainkan perannya dengan baik sebagai korban yang mengalami child abuse. Padahal dari dia ini aktris cilik yang baru dan drama mother merupakan debut pertamanya di dunia akting. Tapi memerankan tokoh Hye Na yang seorang anak korban kekerasan dan mengalami banyak luka, banyak scene nangis, sama sekali gak terlihat canggung atau kayak terlihat aktris amatir. Aktingnya, bener-bener bisa mengajak penonton untuk ikut nangis dan merasakan sakit hati yang Hye Na alami. Hye Na merupakan anak yang mandiri untuk ukuran seusianya, tapi Ia biasa dijahili sama teman sekelasnya dikasih sampah karena tampilannya yang kotor tak terurus dan bau bahkan Ia gak pernah gunting kuku, tampilannya kayak gembel gitu. Hye Na biasa keluar jalan-jalan larut malam, pura-pura bahagia dan pinter akting alias berbohong.  Bisa dibilang rasa bahagia yang terpancarkan di wajahnya itu adalah bentuk depresinya, sehingga Hye Na memilih untuk merasakan rasa sakitnya sendiri dibandingkan berbagi dengan orang lain. Dia gak pernah ngerasa sedih atau nangis, Hye Na sering mengalami kekerasan dari mulai dipukuli bahkan mengalami luka pada gendang telinganya, akibat dilempar bola baseball oleh pacar ibunya yang tinggal serumah dengannya.  Tapi lagi-lagi ketika ditanya oleh gurunya Ia memilih berbohong demi menyelamatkan ibunya. Ia harus tinggal dan tidur di koper yang ditutup seolah itu adalah kamar pribadinya, sering kelaparan bahkan pernah dimasukan ke dalam kantong sampah dan ditaruh diluar rumah dalam kondisi cuaca yang dingin. Ia bahkan gak bisa baca dengan lancar disaat teman-temannya udah lancar membaca.
 
Selama tinggal dengan ibu kandungnya, Hye Na terlihat biasa aja seolah gak ada masalah yang menimpanya, seolah child abuse yang dilakukan oleh orang tuanya hal yang lumrah. Hye Na berulang kali memaafkan tindakan ibunya asal ibunya bahagia. Dia justru sedih bahwa ibunya tidak pernah merasa bahagia dengannya. Semenjak melarikan diri dan merubah nama menjadi Yoon Bok, Ia mulai berubah. Hye Na lebih menunjukkan sisi anak-anak, dia akan nangis kalau merasakan sakit dan sedih. Menjadi Yoon Bok dan melarikan bersama Soo Jin membuat dia merasakan hal baru, dia ngerasa mendapat kehangatan, kasih sayang dari orang sekitarnya dan membuat dia merasa penting dan dibutuhkan. 
 
Lee Hye Young sebagai Young Shin
Seorang aktris papan atas, saat muda Ia mengalami luka karena ditinggal oleh suaminya dan akhirnya pergi ke panti asuhan untuk menjadi relawan. Dan ditempat itulah Ia bertemu dengan Soo Jin, Ia ngerasa butuh Soo Jin dalam hidupnya seolah Ia menemukan semangat hidup lagi karena Soo Jin, sehingga Ia mengadopsi Soo Jin untuk menjadi anaknya. Bahkan Ia menunjukan pada dunia tentang Soo Jin, Ia menunjukkan kasih sayangnya yang sangat besar kepada Soo Jin. Tapi Young Shin harus mengalami penyakit kanker yang kambuh lagi dan Ia divonis hanya akan bertahan beberapa bulan. Sehingga Ia menginginkan Soo Jin kembali padanya. Cintanya pada Soo Jin tuh kayak kasih sayang ibu kandung terhadap anaknya. Ia bahkan rela menyediakan uang 500 juta won ketika Hye Na diculik dan diancam mau dibunuh padahal Ia tau kenyataan bahwa Hye Na bukan anak dari Soo Jin, tapi karena rasa sayangnya kepada Soo Jin dan sama sekali gak mau ngeliat anaknya hancur Ia rela nyediain uang sebanyak itu. Young Shin ini emang tipe wanita yang mencintai anak-anaknya padahal Ia sama sekali tidak melahirkan mereka. Meskipun Young Shin terlihat otoriter atas hak anaknya termasuk menjodohkan anaknya dengan laki-laki pilihannya. Dan scene meninggalnya Young Shin ini cukup menguras hati apalagi ketika Yoon Bok/Hye Na tidur disampingnya setelah membacakan satu kalimat perannya dulu. 
Ko Sung Hee sebagai Ja Young
Pertama kali ngeliat dia sebagai jaksa di drama While You were sleeping dan perannya di drama Mother seketika membuat gue sangat amat membenci dia. Perannya jahat banget! Sebagai seorang ibu yang melahirkan Hye Na, tapi Ia gak pernah sekalipun memperlakukan Hye Na dengan baik. Tipe perempuan egois yang lebih memilih untuk mendahulukan “ingin disayang, ingin diperhatikan oleh orang lain” atau mungkin lebih tepatnya sebagai orang yang tergila-gila haus kasih sayang pria. Tipe perempuan yang sangat gue benci. Dia ngerasa kalau hidupnya berat karena melahirkan dan membesarkan Hye Na seorang diri, kemudian suatu hari ada bantuan dari laki-laki dan membuat dia tinggal serumah dengan laki-laki itu. Tapi sayangnya, laki-laki itu sering melakukan tindakan kekerasan pada Hye Na tapi lagi-lagi karna terbutakan cinta, Ia memilih laki-laki itu. Mungkin tokoh Ja Young ini mewakili beberapa orang diluar sana yang juga termakan cinta buta, menyebalkan emang. Ketika anaknya hilang dan diculik oleh pacarnya, hal pertama yang ditanya sama Ja Young adalah kondisi pacarnya bukan anaknya. Ini yakin ibu kandung? kok bisa sih kayak gitu? punya hatikah dia? Mungkin bisa dibilang engga, dia bahkan sering mendorong Hye Na sampe terjatuh di tangga, mendorong pake stroller di supermarket, ninggalin Hye Na sendirian sementara dia pergi berlibur sama pacarnya, bahkan rela masukin Hye Na ke kantong sampah dalam keadaan diiket dan ditaruh gitu aja di luar karena rasa cemburu ketika pacarnya berniat melakukan tindakan asusila. Justru setelah itu, dia justru ngajak pacarnya nonton film di bioskop dan ngerasa bodo amat kalau Hye Na harus mati kedinginan. 
 
Lee Jae Yoon sebagai Dr Jin Hong
sebagai dokter muda yang terbilang cukup sukses meskipun males dan sibuk di rumah sakit sampai gak sempet beres-beres rumah dan mobil, tapi perannya ini bener-bener memikat (gue… hehe). Pendekatannya yang unik dengan Soo Jin dengan ngajak pergi ke bukit untuk ngeliat burung yang migrasi, menolong Yoon Bok yang sakit tanpa banyak kepo, menolong pelarian Soo Jin dan Hye Na meskipun tau akibatnya karena membantu penjahat dan bisa berakibat buruk pada karir dokternya. Dan sampai akhirnya pun cintanya gak diterima oleh Soo Jin. Bisa dibilang Dr Jin Hong ini tipe pacar dan calon suami yang diinginkan semua wanita kecuali Soo Jin kali ya wkwk.
Son Sook Koo sebagai Lee Seol Ak
Peran dia ini merupakan peran terburuk yang ada di drama ini, seorang predator anak. Rela memukul, menyakiti bahkan membunuh anak-anak dengan dalih menyelamatkan sang ibu yang kesulitan. Seol Ak memang punya riwayat membunuh anak-anak meskipun tidak disengaja, membunuh dengan mendorong anak kecil dari lantai 4, memandikan anak kecil yang sakit, dan pernah membakar suatu tempat karena alasan “ingin aja”. Kalau sekilas ngeliat tampangnya sih, bener-bener serem apalagi kalau lagi bersiul atau denger suara berisik pas main game *suara buka chiki aja dipermasalahin, jadi pengen teriak di kupingnya pake toa “woy kalau mau gak berisik pergi aja main game di kuburan sepi tuh” emosi tingkat jiwa banget ngeliat si Seol Ak ini*. Dia terobsesi ngintilin Soo Jin dan Hye Na setelah ngeliat sekilas Hye Na di jalan, kemudian dia cari kesempatan untuk nyulik Hye Na dan meminta tebusan 500 juta won kepada keluarga Soo Jin. Tipe orang yang terobsesi dan gila sih Seol Ak ini, kalau disuruh diem ya harus diem, gaboleh nangis ya gak boleh nangis.Tapi ternyata semua ini karena dia punya trauma di masa lalu. 
Ketika kecil, dia anak broken home dan ibunya depresi membayangkan harus menghidupi dan membesarkan Seol Ak seorang diri. Ibunya ini lebih terlihat kayak pasien bipolar, punya dua alter, alter baik dan jahat. Dia bisa jadi orang jahat, membentak Seol Ak ketika nangis, dia gak suka ngeliat anaknya nangis dan berisik karena ganggu banget. Dan suatu ketika pulang kerja, ngeliat rumah berantakan dan ternyata Seol Ak ngompol, bukannya ngomong baik-baik justru langsung ngegeret dia ke kamar mandi dan nyiram pake air dingin. Kemudian besoknya muncul alter baik, ibunya memasakan banyak makanan untuk Seol Ak tapi ternyata ibunya bunuh diri. Trauma tindak kekerasan yang dilakukan ibunya dan meninggal bunuh diri ibunya tepat di depannya ini, yang membuat dia ngincer ibu single parent yang ngerasa kerepotan punya anak. Dia deketin dan ambil hati ibunya, kemudian dia siksa anaknya. Ia berdalih ingin menyelamatkan ibunya karena dulu Ia gak bisa nyelametin ibunya karena ngerasa tersiksa harus mengurus anak seorang diri. Seol Ak ini lebih ke arah seorang psikopat karena luka masa lalu, dan nahasnya, dia harus meninggal bunuh diri dengan membakar ruangan yang udah tersiram bensin. Jadi sepertinya dia buka gila duit dengan minta tebusan 500 juta ya, lebih ke arah dendam dan luka masa lalu.
 
Polisi Chang Geun dan Park Kyung Seok
sebagai seorang polisi memang kalau punya satu kasus harus terselesaikan sampai tuntas. Tapi geregetan karena pak polisi Chang Geun yang lebih terlihat terobsesi untuk nangkep Soo Jin padahal semua orang yang ditemui termasuk biksu ngelindungin Soo Jin dan bilang kalau Soo Jin memperlakukan Hye Na layaknya anak kandungnya. Lain halnya dengan Park Kyung Seok yang masih punya rasa iba, setelah mendengar keterangan Ja Young yang sama sekali gak mengkhawatirkan Hye Na sebagai anak kandungnya, Ia justru ingin membantu Soo Jin melarikan diri dengan membawa mobil pelan-pela. Tapi sebenernya Chang Geun ini lebih ke arah penasaran alasan Soo Jin nyulik Hye Na padahal ada Komnas Perlindungan Anak atau Polisi yang bisa nyelametin Hye Na.
 
Yi Jin, Hyun Jin dan Jae Bom
Ketiga orang ini juga memainkan peran yang besar pada drama ini, Yi jin seorang ibu rumah tangga yang pintar masak, dengan rasa egois yang tinggi mengalami banyak perubahan dari episode awal sampai akhir. Dia ngerasa kalau Yoon Bok/Hye Na yang gak punya ikatan darah gak seharusnya mengusik keluarganya dan membuat keluarganya dalam bahaya, sedangkan suaminya seorang jaksa yang menginginkan jabatan yang lebih tinggi. Tapi di akhir, Yi Jin berubah bahkan dia mendirikan rumah semacam panti asuhan untuk anak-anak yang bisa Ia kasih makan setiap hari, dia bahkan merindukan Yoon Bok dan peduli dengan Soo Jin yang terluka karena harus menjaga jarak dengan Hye Na karena masa percobaannya.
Hyun Jin, seorang reporter yang harus terpaksa bertugas meliput berita terkait Soo Jin yang merupakan kakaknya, sampai akhirnya harus kehilangan pekerjaannya sebagai reporter karena hubungan reporter dan tersangka Soo Jin. Kenapa harus kehilangan pekerjaan sebagai reporter? karena pekerjaan reporter menuntut fakta dan gak boleh bias, alias gak boleh menulis artikel yang memihak, ibaratnya mah seorang hakim yang harus memutuskan bersalah atau tidaknya terdakwa padahal ada ikatan kekeluargaan, takutnya akan ada bias dan perasaan memihak sehingga lebih subjektif berpikirnya bukan lagi objektif. Tapi akhirnya Ia berhasil menjadi penulis yang juga jurnalis.
Dan Jae Bom, sekretaris sekaligus asisten Young Shin yang rela disuruh kejar-kejar Soo Jin ketika minggat dari rumah ternyata memainkan peran lebih besar. Ternyata ada hubungan ayah dan anak dengan Hyun Jin. Pantes ada scene menyentuh banget ketika Jae Bom nyusul Hyun Jin yang ada di basement karena lupa tempat parkirnya setelah harus rela resign sebagai reporter. Jae Bom tuh ibarat seorang ayah bagi Soo Jin, Hyun Jin dan Yu Jin, dia selalu ada apabila dibutuhkan.
Nam Gi Ae sebagai Nam Hong Hee
sebagai ibu kandung Soo Jin, gue salah sangka. pertama gue kira dia orang yang sengaja ninggalin Soo Jin yang terikat di pohon karena muak dan capek harus ngurus anak seorang diri ketika di umur 19 tahun harus melahirkan anak. Tapi ternyata Ia menyerahkan diri ke polisi karena membunuh dan gak mau Soo Jin dibilang anak seorang pembunuh. Dan scene ketika Soo Jin tau dan marah kalau ternyata Hong Hee ini ibu kandungnya, bener-bener menguras hati dan jiwa bikin nangis!
3. Ending
Setelah melaui 16 jam dengan ngabisin banyak tisu dengan hati nyesek karena di setiap episode ada aja kisah sedihnya, gak pernah melewatkan satu episode gak tanpa nangis.  Tapi akhirnya endingnya cukup baik, Soo Jin akhirnya bisa mengadopsi Hye Na sebagai anaknya. Scene paling menyentuh adalah di episode 14 ketika Soo Jin dan Hye Na yang mau pergi ke China pakai kapal harus ditangkep polisi dan berpisah. Kemudian Soo Jin digeret dengan paksa, Hye Na yang memberontak sambil bilang ” jangan mendorong ibuku, nanti ibuku kesakitan” nyess banget! Ketika semua orang menganggap Soo Jin adalah penculik gila dan terobsesi karena trauma masa lalunya, justru Hye Na sendiri menganggap bahwa Soo Jin adalah ibunya. Bahkan Hye Na bilang Soo Jin adalah orang yang paling berarti dan Ia sangat bersyukur karenanya. Dan gue paling suka ketika Hye Na bilang dia mencintai Soo Jin sebesar jarak Langit dan bumi, dan gak heran ketika Hye Na seperti itu. Karena Hye Na mendapatkan kasih sayang yang lebih banyak dari Soo Jin yang nyatanya bukan ibu kandungnya.
Dan drama ini menyajikan berbagai jenis ibu. Pertama ibu kandung yang melahirkan tapi gak memberikan kasih sayang, gak mengorbankan semua hal untuk anaknya, gak mendahulukan anak dibandingkan apapun bahkan kepentingannya sendiri, Justru ibu kandungnya biasa aja, terlalu egois dan memilih untuk hidup bahagia tanpa anak dibandingkan hidup dengan anak tapi menderita. Kedua ibu kandung yang memilih untuk dianggap ibu yang buruk demi kebaikan anaknya, rela dibenci oleh anaknya bertahun-tahun karena menelantarkan anaknya meskipun demi menyelamatkan anaknya. Ketiga Bukan Ibu kandung, gak punya ikatan darah dan silsilah keluarga, membesarkan tanpa melahirkan, tapi memperlakukan anaknya layaknya anak kandung, mengesampingkan kepentingan pribadi diatas anak, dan melimpahi kasih sayang layaknya ibu kandung. Ketika seorang ibu kandung rela memberikan dunia, atau kalau bisa rela memetik bintang demi anaknya dan membuat si anak hidup layak, justru Ibu kandung dalam drama ini tidak bisa memberikan itu. Dan gak bisa dipungkiri, banyak seorang ibu kandung di luar sana yang memang belum siap menjadi seorang ibu, peran seorang ibu yang sebenernya. Dan berhubung gue masih single dan belum berpengalaman menjadi seorang ibu, gue standing applause kepada ibu-ibu hebat diluar sana yang bisa melahirkan, mendidik dan membesarkan anaknya dengan sangat amat baik, bahkan bisa membuat anaknya sukses, karena dibalik suksesnya seorang anak, sesungguhnya ada doa dan peran orang tua termasuk ibu.
Satu kalimat favorit gue adalah ketika Young Shin bilang ” ada beberapa orang yang menanggapi bahwa seseorang hanya bisa dianggap ibu jika dia melahirkan seorang anak dari rahimnya sendiri. Tapi seorang wanita menjadi ibu saat dia mengorbankan semuanya dan mendedikasikan dirinya sepenuhnya pada seorang anak. Ibu Hye Na hanya melahirkan anak itu saja tapi dia bukan seorang ibu“. Dan menurut gue drama ini bener-bener drama bagus karena memberikan banyak moral value. Apalagi kalau untuk orang-orang pecinta kisah child abuse. gue sangat menyukai cerita tentang ini karena lebih memberikan pelajaran kepada gue untuk melangkah, someday ketika menjadi orang tua alangkah baiknya kalau gak pakai emosi ataupun fisik untuk mendidik. Karena pada dasarnya apa yang ditanamkan oleh orang tua akan dituai oleh anak. Seperti halnya Seol Ak, dia menuai perbuatan ibunya kepada dia. Gak bisa dipungkiri, kalau pelaku kekerasan adalah korban kekerasan di masa lalu yang dia praktekan kepada orang lain karena trauma atau lebih membenci diri sendiri, lebih tepatnya keadaan dan ingatan akan masa lalu yang ingin dia lupakan.
Meskipun cara Soo Jin menyelamatkan Hye itu salah, menurut gue kalau seandainya gue di posisi yang sama dengan Soo Jin, gue akan melakukan hal yang sama. Dia rela nyulik Hye Na padahal kasus itu dirasa bisa selesai kalau lapor ke Komnas Perlindungan Anak dan Polisi? Tapi emang segampang itu? birokrasi, bukti, pernyataan dari korban justru bisa memperlambat prosesnya kan? Yang ada justru mungkin si anak akan lebih memilih bungkam dengan dalih ingin melihat ibunya bahagia kemudian suatu hari akan ada kabar bahwa si anak kehilangan nyawa entah dibunuh dengan sengaja atau tidak disengaja. Dan gue menyakini diluar sana banyak kasus serupa, dan mereka ga punya keberanian mengungkap kebenaran atau lebih tepatnya rasa sayang si anak melebihi rasa takut mereka. Padahal sebenernya mereka sakit, terluka dan tersiksa.
Over all drama ini mengajarkan gue banyak hal, dan pada dasarnya belajar itu dari mana saja bisa dari film, buku, atau pengalaman orang lain. Selama kita bisa memetik hikmah dari suatu kejadian.
Rating : 9,9/10
Author : shalsa amalia