Review Drama Familiar Wife

 

Drama Familiar Wife bercerita mengenai Cha Joo Hyuk (Ji Sung) seorang bankir yang mencoba mengubah takdir hidupnya untuk tidak bertemu istrinya Seo Woo Jin (Han Ji Min). Joo Hyuk merasa bahwa pernikahannya sudah tidak sehat, dan Ia melihat perubahan yang sangat besar dengan istrinya, dulu istrinya mudah tersenyum dan tertawa tapi semua berubah 360 derajat, Woo Jin jadi sering marah, main kasar hingga dengan mudahnya memaki Joo Hyuk di tempat umum. Meskipun Joo Hyuk adalah lelaki yang baik, namun Ia merasa harga dirinya terluka dan sudah muak jika terus menjadi suami Woo Jin yang pemarah, Ia pun sudah berencana untuk mengajukan gugatan cerai. Namun tanpa disangka, saat Ia menaiki kereta sepulang kerja, Ia bertemu dengan ahjussi yang berpenampilan berantakan mengoceh mengenai Worm Hole alias Lubang cacing- sebuah jalan pintas yang dapat menembus ruang dan waktu. Ahjussi tersebut memberinya uang koin 500 won keluaran tahun 2006 untuk melewati Tol ke masa lalu. Tol tersebut akhirnya membawanya ke masa lalu, di masa lalu tersebut Joo hyuk berusaha mengubah masa lalunya.

Joo Hyuk ingin mengubah hari pertemuan pertamanya dengan Woo Jin. Ia menyadari bahwa Seo Woo jin yang dahulu Ia kenal sangat manis dan mudah tersenyum. Sebelumnya, Joo Hyuk menolong Woo Jin dalam bus yang mengalami pelecehan oleh seorang pria. Pada perjalanan waktunya kali ini Ia berusaha untuk mengabaikan Woo Jin, dan berusaha untuk mendekati Lee Hye Won, adik kelasnya yang Ia sukai. Ketika Joo Hyuk kembali ke tahun 2018, takdirnya pun berubah. Joo Hyuk akhirnya menikahi Lee Hye Won yang kaya raya yang membuatnya ikut menikmati kekayaan istrinya, bahkan Joo Hyuk tidak lagi dimarahi oleh atasannya, tidak lagi berangkat kerja menggunakan kereta melainkan Ia mengendarai mobilnya sendiri. Takdir hidupnya benar-benar berubah, Tapi apa setelah itu Ia merasa lebih bahagia?

Semua Masalah Waktu, Komunikasi, Pengertian dan Perhatian

Sebenernya masalah yang menerpa mereka bisa dihadapi, tapi sayangnya mereka milih untuk menghindarinya. Pada akhirnya semuanya masalah waktu, pengertian, komunikasi dan perhatian. Keduanya merasa bahwa sama-sama sibuk bekerja, kelelahan sampai akhirnya pekerjaan rumah keteteran, ga ada lagi yang bisa rela berkorban untuk menyempatkan diri menjemput anak-anak karna keduanya bekerja. Mereka pun gak pernah duduk bareng ngomongin masalah apa yang sebenernya sedang mereka hadapi. Woo jin dan Joo hyuk merasa baik-baik saja tapi sebenernya rumah tangga mereka sudah retak. Udah ga ada lagi pengertian, ya gimana mau pengertian komunikasi aja udah jarang, ya kan?

Di episode awal, Joo hyuk diam-diam membeli game PS mahal, dan game PS ini jadi sumber masalah retaknya rumah tangga mereka. Woo jin yang tahu Joo hyuk beli game PS marah besar sampai nyemplungi itu game PS ke bathtub sampai mereka berantem. Meskipun alasan Joo hyuk membeli PS adalah agar punya hiburan setelah lelah bekerja dan banyak tekanan lainnya di rumah, tapi bukan gitu caranya. Kalau kita lihat dari sisi Woo jin, Woo jin merasa PS bukan barang berguna untuk saat ini, dia aja lagi muter otak gimana caranya supaya ibunya yang demensia dapat perawatan, tapi sayangnya uangnya terbatas, mereka kesulitan ekonomi, tapi suaminya justru diem-diem beli barang mahal dan ga berguna, siapa yang gak marah cobak?

 

Hubungan mereka udah timpang, Woo jin selalu merasa Joo hyuk udah ga pernah ada untuk dia sehingga analogi cinta layaknya angka nol udah gak berlaku, Woo jin jadi selalu ingin terlihat tegar dan mencoba menutup diri dan masalahnya sampai akhirnya tertekan dan berimbas ke kepribadiannya yang berubah jadi menyeramkan. Memang setiap orang dalam mengatasi masalah tuh berbeda, ada yang diem ngunci diri rapat-rapat, ada yang suka curhat meleber kemana-mana, ada juga yang lega kalau udah nangis. Tapi ada juga beberapa wanita yang gak mau terlihat lemah karena masalah sepele tapi mencari cara lain untuk dilampiaskan, salah satunya marah. Mereka berharap dengan marah, ada sedikit aja rasa pengertian dan hiburan meskipun gak mungkin pasangan bisa peka kalau tanpa wanita yang ngomong duluan.

 “Biar kuberi tahu kenapa aku suka angka nol, nol adalah kekuatan absolut yang mengubah setiap angka menjadi nol dalam perkalian, tapi tidak memiliki kekuatan dalam tambahan, itu karena nol cinta tambahan. Nol benar-benar kuat di hadapan tanda lain, tapi angka nol tidak berdaya  di depan penjumlahan, aku mengagumi kemurnian cinta seperti itu, cinta yang hanya tahu satu hal” – Seo Woo jin

Seperti analogi cinta layaknya angka nolnya Woo jin, Woo jin mendambakan Ia punya shoulder to cry, pasangan yang bisa membuat dia meruntuhkan dinding kokoh tanpa menyembunyikan sakit, masalah atau kecacatan yang dia punya, tapi sayangnya Joo hyuk justru membuat dia membangun dinding kokoh sehingga Ia ga bisa terbuka dengan Joo hyuk termasuk ketika Ia punya masalah dan harus pura-pura nangis karena nonton melodrama.

Disatu sisi Joo hyuk memang mengalami tekanan di tempat kerja, sehingga Ia sangat butuh hiburan, dan pengertian bukan justru tekanan yang juga Ia dapet dari rumah. Sesungguhnya hubungan tuh kayak dua sisi mata uang koin, kita harus liat dari dua sisi, gabisa kita lihat dari satu sisi untuk menyatakan pembenaran. Cinta itu gabisa diukur, tapi bisa dilihat dari usaha, siapa yang mau berusaha untuk mempertahankan seberat apapun masalahnya, bukan justru melepaskan karena muak dan akhirnya menyerah.

Tapi setelah 3 kali melewati portal waktu, Joo hyuk akhirnya menyadari apa yang sebenernya terjadi di pernikahannya, apa yang sebaiknya dilakukan. Ketika menghadapi masalah yang sama, Woo jin yang gabisa dihubungi padahal seharusnya Ia menjemput anak-anaknya, sedangkan Joo hyuk akan mengikuti ujian agar dapat promosi dan naik jabatan tapi Ia merelakan diri untuk menjemput anak-anaknya dan mereka bekerja sama agar Joo hyuk tetap bisa mengikuti ujian, tapi anak-anak mereka tidak terbengkalai. Kemudian, ketika mendengar jong ho yang juga merasakan lelah dengan kehidupan rumah tangga dan istrinya yang lambat laun berubah perangkainya, akhirnya Joo hyuk mulai menasehati sahabatnya berdasarkan pengalaman yang ia alami.

“perempuan ketika sudah menikah harus merelakan nama mereka. Mereka terus dipanggil ibu, nama mereka hilang, mereka merasa hidup mereka berakhir setelah sebagai ibu, bayangkan betapa muaknya mereka. Jadi wajar jika mereka depresi dan sering melampiaskan kekesalannya kepadamu, perlakuan mereka kepadamu juga berubah.kenapa? karena hubungan rumah tangga itu relatif. Merek pasti ingin bekerja, berdandan dan bercengkerama dengan teman-temannya seperti dulu. Tapi itu tidak mudah. Cobalah berempati kepadanya. Pujilah istrimu sehari sekali kenapa lauk buatanmu enak sekali”, kamu seperti mahasiswi jika rambutmu terurai. Kamu cantik” – Cha Joo Hyuk

Manusia memang tidak bisa mengubah takdir

Joo Hyuk memang mengubah masa lalu untuk tidak menikahi Woo Jin di masa depan, tapi Ia tidak bisa mengubah kenangan yang pernah ada. Seo woo jin yang di masa lalu yang bekerja di salon spa sebagai tukang pijit, di masa kini justru sebagai bankir yang dipindahtugaskan sebagai teller ke bank KCU tempat Joo hyuk bekerja. Mereka harus bertemu sebagai partner kerja dan tentu saja membuat Joo hyuk canggung. Berubahnya takdir Joo hyuk ternyata membuat perubahan pada takdir orang lain. Seperti yang terjadi pada Yoon Jong Hoo (Jang Seung Joo) yang akhirnya menjadi pria lajang setelah di masa lalu Joo hyuk terpaksa menyalip taksi miliknya untuk menemui Lee hye won, padahal seharusnya taksi itu ia naiki untuk mengejar kekasihnya ke bandara. Perubahan takdir lainnya juga terjadi pada Cha Joo Eun – Adik cha joo hyuk yang akhirnya menikahi Oh Sang Sik – sahabat Joo hyuk.

Woo jin merasa bahwa rasa sukanya pada Joo hyuk tidak seharusnya terjadi karena joo hyuk sudah memiliki istri, begitu pula yang terjadi dengan Joo hyuk yang menyesal karena tidak begitu mengenal Woo jin. Setelah Joo hyuk dicampakkan oleh Hye won, Woo jin berniat mengungkapkan bahwa Joo hyuk selalu ada dalam mimpinya, dan akhirnya joo hyuk memberitahu Woo jin bahwa keduanya pernah menikah di masa lalu, namun Joo hyuk mengubah itu semua karena tidak tahan dengan perangai Woo jin. Setelah mengetahui hal itu, Woo jin berniat untuk kembali ke masa lalu dan mengubah takdirnya agar Joo hyuk kembali bisa menikah dengan Woo jin. Namun Joo hyuk terus menghindar karena Ia merasa bahwa karna keegoisannya, Ia menyebabkan beberapa orang tidak bahagia. Woo jin yang pernah menikah dengannya menjadi berubah karena merasa tidak bahagia. Hye Won harus berusaha menyesuaikan diri di keluarga Joo hyuk padahal Ia terlahir kaya raya. Karena mungkin memang latar belakang keluarga itu berpengaruh dalam sebuah hubungan, kaya dan miskin gak selamanya berakhir manis kayak cerita cinderella. Kadang kita juga harus tau diri dan apakah memang cocok, karena ga selamanya hubungan rumah tangga itu soal perasaan karena ada juga status sosial yang berperan. Seperti yang dilakuin Lee hye won yang mengusir orang tua Joo hyuk, dia memang menerima Joo hyuk apa adanya, tapi tidak bisa menerima keluarga joo hyuk, karena keluarga joo hyuk berada di bawah level keluarganya. Mungkin karna kaya raya maka hye won memandang rendah orang tua Joo hyuk.

Happy Ending!

Kkeut! Akhirnya drama ini berakhir dengan melamar anti mainstream, nyelipin kata-kata romantis di buku tabungan sambil bilang “cetakin  buku tabungan gue dong?”. Eh tapi si cewek pengennya dilamar naik roller coaster sambil teriak “saranghae woo jin. Narang gyoronhae jullae?”

Meskipun sebelumnya Woo jin minta dinikahin dengan kode “suka deh kalau liat pasangan menikah pake baju couple menukarkan uangmya ke bank sebelum bulan madu” eh malah ditanya kamu mau liburan juga?

Kadang emang kebiasaan cewek tuh tukang kode tapi suka gak nyampe ke pihak lelaki akhirnya marah karna ga peka.

Btw, sejauh ini drama ini bikin ketagihan meskipun di awal episode banyak yang gak suka karna ada kemiripan dengan drama go back couple dan banyak yang nontonnya lompat-lompat karna ga suka sama cha joo hyuk. Kadang menonton drama juga perlu kesabaran gaes, gue saranin jangan lompat-lompat nontonnya nanti akhirnya muak karna ga suka ceritanya dan gak dapet moral valuenya.

Ada yang ngeh ga sih atau ada yang tau sebenernya Woo jin tau tol 500 sen itu dari mana? Soalnya ga dijelasin kan, emaknya juga gak bilang letaknya dimana. Pokoknya kalau mau nonton drama penuh moral value tentang dunia pernikahan silakan tonton deh.

Rating : 9.8/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here