Review Drama Korea Beautiful World

0
94
Beautiful World

Drama Beautiful World bercerita tentang orang tua yang mencari keadilan atas kasus yang menimpa anaknya, Park Seon Ho (Nam Da Reum) yang menjadi korban bullying. Park Seon Ho terbaring koma di rumah sakit dan dinyatakan sebagai kasus bunuh diri padahal semua bukti menyatakan sebaliknya. Beautiful World menyajikan 16 episode yang seperti sedang mengupas bawang, karena tiap lapisannya akan terasa menyedihkan dan penuh tangis.

Beautiful World

 

 

Tindakan Bullying Dengan Dalih Bercanda

Image

Poin yang ditekankan dalam drama Beautiful World ini adalah tentang bullying yang terjadi di sekolah. Teman-teman Seon Ho yang merisak dengan cara pukulan bertubi-tubi dan bersembunyi di balik kata “bercanda”. Perisak ini gak merasa dirinya salah, karena sering kali bersembunyi di balik kalimat “jangan bercanda. ahelah gitu aja baper”. Padahal bukan candaan lagi, mana ada candaan yang menyakiti secara fisik dan batin?

Beautiful world mengajarkan kita bahwa little things matter and everything effects everything. Kadang ada lelucon yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, tapi ada satu hal yang perlu disadari, pada dasarnya setiap orang berbeda. Meskipun orang yang dirisak itu tidak terlalu penting bagi hidup kita, tapi mereka orang yang sangat penting bagi kedua orang tuanya bagi keluarganya. Ketika orang tua susah payah membesarkan, mendidik, ngajarin jalan/ berbicara/bersepeda dan selalu support ketika anaknya sedih/malu dan takut. Tapi semua itu direnggut oleh orang-orang yang gak bertanggung jawab yang menganggap bahwa kekerasan yang dilakukan hanya bercanda. Karena bercanda itu ketika kita tertawa dan yang diajak bercanda pun ikut tertawa.

Image

Desas Desus Tak Bertuan

Image

Kecelakaan Seon Ho yang dianggap sebagai bunuh diri akibat tekanan orang tua ini menyebar luas dan terus membesar dibumbui orang drama orang lain. Terkadang desas desus memang mengerikan ketika keluar dari mulut banyak orang. Ketika sebuah cerita yang udah dibumbui drama menjadi rumor tak mendasar, tak tahu sumbernya dari mana tapi seolah jadi penguat cerita menggambarkan cerita sebenarnya. Dipercayai oleh banyak orang seolah itu cerita aslinya. Entah dari mana asalnya, mungkin ada kesalahan mencerna sebuah informasi di otak orang tersebut sehingga cerita aslinya menyimpang. Atau justru memang hanya keisengan semata karena orang lain menyukai musibah yang menimpa orang lain dan membicarakannya di waktu senggang? Mungkin pada dasarnya manusia memang senang membicarakan orang lain ya? Mungkin tidak sadar bahwa cerita yang udah dibumbui drama, asumsi dan kebohongan itu justru menyakiti perasaan orang lain. Seolah menggambarkan kalau mereka ga peduli perasaan orang lain, mereka hanya peduli dengan cerita yang didengar oleh teman-temannya.

Cara kita bertahan adalah dengan tetap kuat seberapa kecewa dan marahnya kita dengan keadaan. karena dunia akan tetap menyakitkan, orang-orang akan tetap mengecewakan dan masalah akan tetap terus datang.

Penggambaran Tipe Orang Tua

Beautiful World memperkenalkan kita dengan berbagai macam tipe orang tua. Ada beberapa orang yang ingin melindungi anaknya meskipun tau anaknya salah, ada yang gak peduli anaknya salah tapi gak mau anaknya jadi noda dalam hidup orang tuanya, ada yang mengingkan anaknya sukses dan memangkas abis hal yang mengganggu jalan anaknya untuk sukses, ada yang hanya peduli nilai anaknya.

Image1. Ibunya Sungjae yang tidak peduli meskipun anaknya salah. Ia akan membela anaknya sampai titik darah penghabisan, yang penting anaknya fokus untuk belajar dan masuk universitas terbaik lalu jadi orang sukses. Ibunya Sungjae menggambarkan tipe orang tua yang empatinya rendah dan sangat egois

Image

2. Ibunya Gi Chan yang sangat egois dan selalu memanjakan anaknya, Ia tidak suka anaknya disudutkan orang lain dan ga peduli orang lain meskipun anaknya salah. Selalu mengganggap orang lain lebih rendah dari dirinya dan melegalkan kekerasan dalam pertemanan selama korbannya bukan anaknya.

Image

3. Ibunya Young Chul. seorang single parent yang sebenarnya masih punya iba dan empati, Ia juga bisa membedakan hal yang benar dan yang salah. Tapi rasa cintanya kepada anaknya membuat Ia memihak pada anaknya, rasa sayangnya diatas segalanya bahkan diatas kebenaran. Tipe orang tua yang labil, meskipun pada akhirnya Ia memihak orang tua Seon ho.

Image

4. Ibunya Joon seok yang sangat misterius dari episode 1, Ia menjadi kunci jalan cerita Beautiful World. Seorang ibu yang sangat takut anaknya berbuat kesalahan, Ia juga sangat takut dengan suaminya sehingga tekanan hanya dia rasakan sendiri. Posisinya di antara tokoh baik dan jahat. Tapi Ia sadar bahwa pola pikir yang diturunkan suaminya ke anaknya ini berbau Psikopat. Pola pikir ayahnya Jun seok yang bener-bener gila sih membuat hal yang salah jadi terasa benar. “kau mungkin tersandung batu saat mencoba menghindari kerikil. Daripada bohong yang akhirnya ketauan lebih baik jujur untuk mendapatkan kepercayaan mereka”

5. Orang tua Seon Ho tipe orang tua yang memposisikan diri sebagai sahabat. Bahkan mereka gak pernah memaksa Seon ho maupun adiknya untuk belajar dan mendapatkan nilai yang baik di sekolah. Semua orang tua tentu ingin anaknya sukses dan mendapat nilai yang bagus di sekolah tapi ibunya Seon ho justru memberikan semangat dan motivasi dengan kalimat “kamu stres dengan nilai pelajaranmu?jangan terlalu dipikirkan. Terkadang nilaimu bagus dan tidak. Percaya diri dan jangan sedih”.

Image

Ayahnya Seonho pun bisa jadi penyeimbang istrinya yang penuh emosi karena bener-bener sabar dan suka kedamaian. Kalimat andalannya adalah “hal yang baik tidak datang dari pertikaian” Genggaman tangannya seolah berkata “biarkan orang lain berkata apapun tentang kita, selama kita tahu bukan itu yang terjadi”, Orang tua Seon ho juga mengajarkan anaknya untuk saling membantu temannya ketika kesulitan/bersedih

Beberapa orang Peduli Tapi Tak Cukup Peduli

Image

Beautiful world menggambarkan banyak tokoh yang turut sedih atas kejadian yang menimpa Seon Ho, tapi sebenernya mereka tak cukup peduli atas kejadian tersebut. Sebagai contoh Wakil Kepsek Seah yang lebih mementingkan reputasi sekolah. Bagaimana pandangan orang lain tentang kita, apa yang harus kita lakukan kalau desas desus yang beredar merusak reputasi kita? Iya tau kok Seon ho sedang terkena musibah dan kita berempati tapi kan kita harus mementingkan diri sendiri juga.

Beberapa saksi pun banyak yang bersilat lidah seolah memang benar beberapa orang mungkin hanya peduli tapi sebenarnya tidak benar-benar peduli. Beberapa orang yang terlihat peduli mungkin hanya penasaran bukan karena peduli dengan apa yang kita alami, mereka hanya ingin tahu apa yang sedang kita alami. Setelah mereka tau, mereka akan kasih pendapat berdasarkan kacamata mereka bukan kacamata yang punya masalah. Jadi inget sama kalimat Harper Lee di dalam buku To Kill Mockingbird

” Kita gak akan pernah bisa memahami seseorang sampai kita berada di sudut pandangnya. Sampai kita masuk ke kehidupannya dan berjalan di dalamnya “

Beberapa tetangga dan kenalan Orang tua seon ho yang justru ngomong gak pake disaring dulu, kata-kata yang tak mengenakan, Lebih mementingkan ketakutan harga apartemen yang anjlok jika Seon Ho bunuh diri di Apartemen ” aku senang dia melompat dari atap sekolah, akan menjadi gangguan jika dia mati disini”

Sedihnya Beautiful World itu menggambarkan kalau kecelakaan Seon ho hanya angin lalu. Jadi inget dengan kalimat menyakitkan ini “ketika kita mati, dunia gak akan terpengaruh. Tetap berjalan seperti biasa. Ibaratnya kayak satu lembar daun yang jatuh dari pepohonan”

Cinematografi Apik 

Image

Dari awal rilis poster drama emang udah bagus banget karena dalam foto keluarga Seon Ho cuma Seon ho yang warnanya putih abu ketika yang lain berwarna. Penggambilan gambarnya pun cantik banget dan antimainstream dari sudut yang berbeda. Penggambaran masa lalu dan masa kini pun dari 2 warna yang berbeda dalam satu frame.

Overall Beautiful World ini bagus banget menggambarkan hal nyata yang emang seringkali terjadi di sekitar kita. Drama yang membahas bullying, pola pikir orang tua yang diturunkan ke anak, obsesi orang tua yang menginginkan segala macam cara agar anaknya berhasil. Banyak banget moral value yang bisa didapat dari drama ini. Kalau butuh drama yang menyayat hati, menusuk kalbu dan penuh moral value boleh cicip dramanya Nam Da Reum. Apalagi bisa jadi pembelajaran bagi kita untuk jadi orang tua yang seperti apa.

 

Rate : 9.9/10