Kamu yang para kpop pasti sudah tidak asing dengan dengan istilah Banmal dan Jondaemal. Istilah tersebut ditujukan untuk tata bahasa sehari-hari orang korea. Di Korea sendiri, hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena akan menunjukkan rasa sopan saat bergaul. Tidak seperti bahasa Indonesia yang tidak ada pembeda, hanya subjek saja yang memiliki perbedaan.

Banmal digunakan untuk bahasa informal bagi teman seumuran, orang yang sudah berhubungan/berteman dekat, dan kepada orang lebih muda. Sedangkan Jondaemal digunakan untuk bahasa formal bagi orang muda kepada Orang yang lebih tua. Pada lingkungan kerja pun dilakukan saat ada orang yang memiliki status atau jabatan lebih tinggi.

Bahasa Banmal ditandai dengan penggunaan 요 (yo) sedangkan Jondaemal ditandai dengan kata 습니다 (seum-ni-da) untuk kalimat pernyataan, 습니까 (seum-ni-kka) untuk kalimat tanya, dan 십시요 (sip-si-yo) untuk kalimat perintah.

Umumnya apabila ada orang yang tidak menggunakan bahasa sesuai porsinya mereka jelas dianggap telah tidak sopan . Namun adakalanya ada salah satu permainan yang akan menguntungkan orang muda agar tidak khawatir akan pernyataan  nya. Permainan itu bernama Yaja Time.

Yaja Time merupakan permainan yang diberikan untuk memberi kesempatan bagi anak yang muda berbicara secara banmal kepada orang yang lebih tua. Orang yang lebih tua tidak boleh mengambil hati atau marah atas tindakan orang muda.

Permainna ini biasanya dilakukan saat camp di depan api unggun. Namun bisa dilakukan dimana saja sebagai permainan pelengkap dengan waktu tertentu. Para idol pernah melakukannya, bagaimana ingin mencoba?