Sub unit Super Junior K.R.Y yang beranggotakan Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung merilis mini album yang bertajuk When We Were Us pada tanggal 8 Juni 2020. Seperti lagu-lagu mereka sebelumnya, genre yang diusung dalam album ini lebih banyak bergenre ballad.

Bagi ballad lovers, album ini bisa dibilang surga. Tapi lebih dari itu, album ini memiliki keistimewaan tersendiri sehingga siapapun yang belum mendengarnya, patut untuk mencobanya.

1.       Mini Album Pertama Setelah 14 Tahun Debut dan Peringkat Pertama Chart Album iTunes di Beberapa Negara

Super Junior K.R.Y bukanlah grup baru dalam industri hiburan KPop. Mereka memulai debutnya pada tahun 2006 dengan lagu The One I Love dan The Night Chicago Died yang merupakan soundtrack drama Hyena. Sejak saat itu, mereka mulai mengisi soundtrack drama Korea lainnya seperti Snow Flower, Billie Jean Look At Me, Partner, Superstar K3, To The Beautiful You, Ms Panda and Mr Hedgehog.

Meski sudah termasuk grup senior, When We Were Us adalah mini album Korea pertama yang mereka rilis. Perilisan ini sangat berarti untuk masing-masing member dan tentu saja para fans yang sudah menunggu lama. Antusiasme para penggemar membawa Mini Album When We Were Us berada di puncak album chart iTunes di beberapa negara, termasuk Indonesia.

 

2.       Memiliki Vibe Ost Drama

Mini Album When We Were Us ini berisi 6 buah lagu yang berjudul When We Were Us, Way to Busan, The Way Back to You, I Can’t, Home dan Midnight Story.

Hampir semua lagu dalam album tersebut bergenre ballad, tetapi uniknya jika didengar dan dinikmati dengan seksama, keseluruhan album memiliki vibe seperti soundtrack drama Korea. Kita bisa sambil membayangkan cerita apa yang cocok hanya dengan mendengarkan setiap lagu dalam album ini.

When We Were Us, menceritakan tentang mengenang saat-saat masih bersama dengan pasangan. Cocok dengan adegan dimana kedua tokoh bertemu tapi bertindak seolah-olah tidak saling mengenal karena sudah berpisah.

Way to Busan, tentang perjalanan menemui seseorang yang dia rindukan dengan menaiki kereta dan Busan adalah tempatnya. Dengan latar seperti ini rasanya cocok untuk adegan tokoh lelaki utama yang sedang berada di dalam kereta dalam perjalanannya ke suatu tempat. Setelah sampai, dia turun dan terkejut karena tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang dia rindukan.

The Way Back to You, kembali dengan seseorang yang masih dicintai. Tidak seperti lagu lainnya, lagu ini memiliki alunan yang ceria dan hangat. Menggambarkan bagaimana seseorang sedang jatuh cinta. Tentu saja ini sangat cocok untuk dua tokoh second lead yang sedang menyiapkan diri untuk bertemu lalu bersenang-senang bersama seharian.

I Can’t, perpisahan yang tidak bisa dielakkan lagi. Maknanya mengiris hati. Khusus lagu ini sepertinya akan cocok jika bagian reffnya digunakan sebagai penutup setiap episode.

Home, tentang seseorang yang menjadi rumah untuk orang terkasihnya. ‘Ketika kamu merasa sendiri, aku akan berada di sampingmu’. Seseorang tidak selalu pasangan, bisa saja sahabat atau keluarga. Kita sering melihat tokoh drama yang memiliki sahabat setia atau keluarga yang selalu berada disisinya. Disaat dia sedang mengalami hal yang sulit dan menangis, sahabatnya datang untuk memeluknya, menenangkannya tanpa berucap apa-apa.

Midnight Story, sebagai lagu pengantar tidur. Alunannya menenangkan. Dengan waktu di malam hari, lagu ini cocok untuk digunakan sebagai latar dalam dramanya.

3.       Kekuatan Vokal K.R.Y dalam Memainkan Emosi Lagu

Ya tentu saja alasannya tidak lain adalah karena K.R.Y itu sendiri. Album When We Were Us memang lebih banyak bercerita tentang perpisahan dan rindu, tapi emosi yang disampaikan bisa berbeda-beda. Ada yang bahagia karena bisa kembali dengan orang yang dicinta, ada yang merasa cemas dan khawatir karena ingin bertemu meskipun tidak yakin, ada yang hanya ingin mengenang masa lalu. Emosi yang beragam tersebut bisa dirasakan dengan baik dalam album ini, meskipun ketiganya memiliki karakter suara yang berbeda. Hal ini tentu tidak lepas dari kekuatan vokal dan kelihaian mereka dalam memainkan emosi lagu hingga sampai ke telinga pendengar.

Jam terbang menyanyi ketiganya juga sudah banyak. Selain ost drama diketahui bahwa Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung juga pernah merilis single, album solo bahkan tampil dalam drama musikal. Seperti At Gwanghamun milik Kyuhyun, Little Prince milik Ryeowook dan Paper Umbrella milik Yesung.